Saya banyak menemui orang yang mau
semuanya.
Maksudnya adalah mereka mau
melakukan semua hal pada waktu yang bersamaan.
Saya akan menggunakan sebuah certita
untuk menyampaikan pesan yang saya mau sampaikan:
=====================================================================
A baru saja terjun di Internet
Marketing, dan ia mempunyai goal atau cita-cita untuk mempunyai bisnis Internet
yang dahsyat sehingga ia bisa mendapatkan penghasilan
fulltime dari bisnis Internet nya.
A mau mendatangkan traffic ke
situsnya, lalu ia belajar Google Adwords, SEO, article marketing, forum
markating, social networking, social bookmarking, dll.
Setelah pelajari semua cara-cara
yang berbeda seperti yang tertulis di atas, ia pun “coba-coba” menjalankan apa
yang telah ia pelajari.
Si A berpikir kepada diri sendiri
“Kan katanya ga boleh NALO (no action learn only), jadi sekarang gw Action
nih!” 
Pada awalnya ia semangat sekali
menjalankan cara dan metode yang telah ia pelajari.
Google Adwords: oh yang ini harus
matching nih keywords yang kita target dengan kata-kata iklan kita dan landing
page kita.
SEO: kalo yang ini harus main di
meta tags nih dan cari link ke situs kita.
Article Marketing: gw harus tulis
banyak artikel dengan unik content nih lalu gw submit ke ratusan article
directory.
Forum Marketing: gw juga harus cari
forum yang berhubungan dengan niche gw, lalu gw posting di situ dan bina
hubungan deh dengan teman-teman yang lain di situ.
Social Networking: gw uda ada
account Friendster, tinggal buka lagi aja account di Facebook dan MySpace, lalu
cari temen bo…
Social Bookmarking: nah yang ini
berarti gw perlu bookmark situs-situs gw nih ke ratusan situs social
bookmarking!
Si A pikir kepada diri sendiri “wah
kalo uda gw lakuin ini semua pasti traffic gw meningkat pesat, dan ini berarti
gw bakal cepet kaya nih. Kan katanya more traffic = more money…hehehe”
Namun si A salah besar.
Setelah melakukan semua aktivitas di
atas selama 1 minggu, traffic yang datang ke situsnya pun masih loyo.
“Oke ga papa gw harus positive
thinking dong! Ayo semangat! Gw harus coba lagi!”
Si A pun coba kembali dengan
semangat yang luar biasa.
1 minggu telah lewat tetapi situs si
A masih sepi dengan pengunjung. Ia merasa kecewa dan down, dan ia pun complain
“ah dasar semua ebook yang gw beli penipu! Mana katanya bisa datengin
pengunjung? Situs gw masih sepi gini!” 
=====================================================================
Teman-teman, apakah cerita di atas
familiar?
Maksudnya apakah familiar dengan
(mohon maaf) cerita anda sendiri?
Berapa sering anda melakukan banyak
(atau semua) hal yang bersamaan lalu ketika anda tidak mencapai apa yang anda
harapkan, anda marah-marah dan complain bahwa si penulis ebook adalah penipu
atau hanya sekedar Teori?
Izinkan saya memberikan anda
beberapa tips berharga:
1. FOKUS melakukan 1 (satu) cara
Jangan melakukan semua cara dan
metode bersamaan. Lakukanlah satu cara terlebih dahulu dan fokus di cara tsb
sehingga anda menjadi ahli di bidangnya.
Setelah anda menjadi ahli di bidang
tsb, barulah lanjut ke cara berikutnya.
Seperti yang sudah sering saya
katakan, lebih baik anda ahli di suatu bidang dibanding biasa-biasa saja di
banyak bidang. 
2. Tidak semua cara memberikan hasil
yang sama
Tidak semua cara/aktivitas yang anda
lakukan memberikan hasil yang sama. Ada cara tertentu yang lebih penting dibanding
cara lainnya. Maksudnya lebih penting adalah mereka berpotensi untuk memberikan
hasil yang lebih baik.
Saya sempat membahas konsep ini di posting yang satu ini.
Tugas anda seharusnya menentukan
cara yang mana yang lebih penting dan Fokus melakukannya. 
Contohnya adalah saya:
Saya bukan ahli di SEO, yang saya
tahu adalah untuk melakukan SEO dengan baik saya hanya perlu mencari 1 way link
dari situs orang lain ke situs saya dengan kata kunci yang saya target.
Faktor-faktor lainnya seperti meta tags dll hanya berpengaruh kecil.
Lalu apakah saya melakukan SEO
sendiri? Dulu ketika baru mulai yes, sekarang saya sudah tidak mau dan tidak
ada waktu lagi untuk melakukan SEO sendiri.
Sekarang, saya menggunakan jasa SEO yang handal untuk mengotomatisasikan
pekerjaan SEO.
Bayangkan berapa waktu yang harus
saya luangkan apabila saya melakukannya sendiri: mesti cari situs, contact
pemilik situs tsb, dan minta ia link ke saya tanpa saya link ke ia.
Mana ada yang mau? Apakah anda mau
ketika ada orang yang kontak anda lalu ia minta anda link ke situsnya tapi ia
tidak link ke anda? 
Tentu tidak!
Mending waktu saya digunakan untuk
mengembangkan bisnis saya dibanding saya melakukan SEO sendiri secara manual.
Jadi buat saya mengembangkan bisnis
saya adalah aktivitas yang lebih penting dibanding melakukan SEO.
Bagaimana dengan anda?
3. Tanggung jawab terhadap diri
sendiri
Jangan selalu complain bahwa orang
lain yang salah dan anda yang paling benar.
Apabila anda mempunyai sikap dan
mindset seperti ini, anda tidak akan pernah maju. Saya berani jamin 100%!
Kalau anda selalu menganggap diri
sendir yang paling benar, sedangkan yang salah pasti orang lain, berarti anda
tidak bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan malah lebih parah lagi, anda
memberikan tanggung jawab ini kepada orang lain, seakan-akan orang lainlah yang
perlu bertanggung jawab kepada anda.
Orang lain juga sibuk seperti anda.
Mengapa mereka harus peduli dengan anda sampai-sampai mereka harus bertanggung
jawab kepada anda?
Sadarlah sekarang juga bahwa kesuksesan
sepenuhnya ada di tangan anda. Kesuksesan tidak akan datang begitu saja, anda
harus berjuang keras untuk mendapatkannya.
Inilah bedanya antara si tukang
complain dan orang yang mengambil tindakan secara konsisten setiap hari:
Tukang complain
=> orang lain semua
salah, gw yang paling benar. Setelah 10 tahun ia masih berada di posisi yang
sama tidak ada kemajuan (ada sih yaitu keterampilan complainnya makin hebat).
Orang yang mengambil tindakan secara
konsisten
=> kesuksesan
sepenuhnya ada di tangan gw dan gw harus berjuang keras untuk mendapatkannya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar